03 October 2011

Nadi Terhenti .


' Karena di dunia ini ngak ada yang abadi. Gue ngak siap untuk kehilangan seseorang lagi. Jadi benarkan gue bilang, tuhan menciptakan kamu itu hanya untuk gue, bukan untuk orang lain. '

Aku terpana. Aku melihat indahnya suasana di luar kamar, mendengar kicauan burung. Lantas hati membisik, 'Tuhan, sesungguhnya hanya Kau lah yang maha kuasa, sungguh aku terpegun melihat hasil ciptaan-Mu. Tiada yang lain sehebat Kau wahai sang pencipta alam.' Kicauan burung dan angin lembut membuat aku terlena.

'Kalau satu saat nanti nadi aku terhenti, tolong kenang aku di dalam doamu.' Kata-kata itu masih terngiang-ngiang di telinga pria itu. Air mata jatuh ke pipi pabila mengenangkan saat-saat indah dulu kala. Lantas hatinya membisik, 'Mengapa harus kamu yang pergi dulu bukan aku ? Kenapa pada akhirnya aku yang harus merasa seksa ? Bukan ini yang aku pinta dalam perjalanan hidup aku, yang aku pinta cuma kamu ada di sisi aku, menemani di setiap langkah aku.'

Pria itu membaca sekeping surat yang ditulis oleh kekasihnya sebelum pemergiannya menghadap Ilahi. 'Cinta, bila aku sudah tiada nanti, kamu harus bisa jalani semua kehidupan ini tanpa aku. Kamu harus kuat dan sabar, aku tahu kamu pasti bisa. Untuk buang semua kenangan indah dan pahit yang pernah kita coret bersama, itu bukan mudah. Tapi untuk memulakan sesuatu yang baru berdasarkan ceritara yang lama, itu pasti bisa. Pengalaman mengajar kita dari semua sudut. Aku harap nanti, kamu akan bertemu jua dengan seorang perempuan yang kuat dan lebih sempurna daripada aku, yang bisa buat hidup kamu jauh lebih indah dan bahagia. Aku pinta pada tuhan agar perempuan itu bisa jadi sebahagian daripada hidup kamu, bisa jaga kamu setiap detik. Aku cuma akan lihat kamu dari jauh kerna aku sudah tidak mampu untuk merawat kamu seperti dulu kala.'

Hati pria itu berkata, 'Aku pernah bilang, kamu adalah satu-satunya perempuan yang telah membuka pintu hati aku. Kamu juga satu-satunya perempuan yang pertama aku jatuh cinta disaat kali pertama kita bersua muka. Walaupun beribu perempuan yang telah aku jumpa, aku kenal, aku bersama, tapi kamu tetap yang satu  yang bisa miliki hati aku menjadi yang terindah. Walau beribu perempuan yang datang menarik hati aku, tapi pandangan mata aku cuma kamu yang dilihat. Walau kamu bukan yang sempurna, kamu tetap menjadi pilihan hati aku, kerna kamu tak sama seperti yang lain-lain. Atas sebab itu, aku pilih kamu untuk menjadi puteri di hati aku. Kamu masih ingat kata aku ? Aku takkan pernah membuka pintu hati aku untuk perempuan lain lagi. Kerna kamu sudah milikinya dan mewarnainya di setiap sudut gelap hati ini. Aku jadi penasaran. Seribu persoalan yang tercalit di benak otak aku. Mengapa dan kenapa cinta kita harus terhenti disini sahaja ? Ia berlalu pergi meninggalkan seribu luka buat aku. Rindu aku pada kamu tidak dapat aku tahan. Senyuman di wajahmu, indahnya aku masih ingat, terasa dunia ini aku yang punya. Menatap gambar-gambar kita bersama, ingin aku putarkan masa lalu, tika kamu masih disisi, buat aku sedih kerna aku hanya mahu kamu pulang berada di dakapanku, dan aku takkan pernah melepaskan kau pergi lagi. Aku akan hargai kamu di setiap saat kamu bersama aku.'

Pria itu menyambung membaca disetiap baris kata yang telah kekasihnya coretkan. 'Cinta, mungkin aku bukan jodoh kamu. Dulu kita selalu pernah berjanji yang kita takkan pernah pergi kemana pun dan akan terus saling bersama. Dan kita mengharapkan tuhan menjodohkan kita berdua. Kita hanya boleh meminta apa yang kita inginkan, tapi ia belum tentu akan jadi milik kita. Walau aku pergi, cinta aku pada kamu tidak pernah pergi. Ia akan tetap tersemai di dalam hati. Kamu harus ingat, aku sering bagitahu kamu yang aku takkan pernah buang rasa cinta ini. Walau aku mati, tapi cinta aku tidak akan pernah mati. Masih ingat pesan aku, selagi aku masih bernyawa, aku takkan pernah melepaskan kamu pergi kerna aku takkan sia-siakan cinta aku dan aku takkan sia-siakan hubungan yang telah kita bina. Kecuali ajal yang dapat memisahkan kita. Aku tidak pernah pinta untuk pergi dulu sebelum kamu, tapi tuhan lebih memerlukan aku. Mungkin tuhan tak mahu aku menanggung sakit untuk waktu yang lebih lama. Dan mungkin juga tuhan tak mahu kamu menjadi beban sakitnya aku kelak. Aku juga tak mahu melihat kamu derita kerna sakit yang aku tanggung. Biar hanya aku seorang yang menanggung semua keperitan sakit ini, aku tak mahu kamu turut merasainya.'

Hati pria itu menjerit, 'Kamu lupa pesan aku ?! Walau sesakit manapun kita, walau sesedih manapun kita, walau segembira manapun kita, biar semua itu kita sama-sama hadapinya. Kalau kamu sakit, biar aku yang tanggung deritanya. Selama ini kamu membohongi semuanya ? Kenapa kamu tidak pernah jujur sama aku yang kamu sakit ? Kalau kamu sakit, jujur sama aku, aku tetap akan terima kamu apa adanya. Biar sakit itu kita yang sama-sama merasainya. Senyum tawa kamu yang tercoret diwajah kamu itu hanya dusta atau ikhlas lahir dari hati kamu ?'

Pria itu menyambung bacaannya lagi. 'Cinta, kamu adalah satu-satunya pria pengubat jiwa aku, penyembuh luka aku. Kalau aku sakit kerna cinta, cuma kamu yang bisa ubatinya. Bukan aku pinta untuk bohongi semua, tapi sakit ini tidak tertanggung oleh aku apatah lagi kamu, cuma tuhan yang bisa ubati semuanya. Aku hanya mampu berdoa agar aku dipanjangkan umur olehnya. Tapi mungkin cuma sebentar aku merasakan nikmat hidup di dunia, mungkin hanya sepurnama aku merasakan bahagia disamping kamu. Itu sudah menjadi yang indah buat aku. Selama aku bersama kamu, setiap senyuman yang aku lakarkan, itu semua ikhlas lahir dari hati yang tulus mencintai kamu. Kamu jangan bersedih kerna pemergian aku. Kamu jangan buang masa untuk tunggu kepulangan aku kerna tuhan tidak mengizinkan aku pulang ke dunia lagi. Aku yang akan tunggu kamu di dunia lain. Mungkin jodoh kita di dunia yang lain. Aku mengharap pada tuhan agar kita akan tetap bersama kelak walau bukan di dunia yang nyata. Kalau nanti kamu bertemu dengan jodoh kamu, aku harap kamu bisa menghargai dia selagi dia masih ada. Aku harap kamu bisa mencintai dia seperti mana kamu curahkan cinta kamu pada aku dan aku juga harap dia juga bisa merasakan bahagia seperti mana aku merasakan bahagia hidup sama kamu. Kalau nanti kita bersama di akhirat pada akhirnya, aku cuma harap cinta kamu pada aku masih kuat dan kamu bisa hargai aku walaupun hanya sekali. Itu sudah buat aku merasakan bahagia tidak terhingga. Untuk yang terakhir kali, kalau kamu rindu aku, kamu lihat foto-foto yang pernah aku berikan pada kamu, biar rindu itu tidak menguasai diri kamu. Aku melangkah pergi meninggalkan cerita tentang kita, tapi rasa cinta ini akan tetap mekar di dalam hati. Selama aku masih ada disamping kamu, terima kasih kerna berikan aku cinta walaupun hanya untuk sedetik, tapi aku menghargainya. Maafkan aku kalau aku pernah membohongi kamu. Tapi aku lakukan ini biar kamu tidak sedih akan sakit aku. Aku cuma mahu kamu senyum sentiasa untuk aku kerna hanya itu buat aku bertahan. Aku harap kamu akan terus bahagia tanpa aku. Aku juga harap kamu akan selalu ingat semua pesan aku, semua nasihat aku pada kamu. Aku cuma kamu melihat kamu suskes nanti. Aku akan sentiasa senyum di sana melihat kamu bahagia.'

Pria itu meraung kesedihan. Air mata menemaninya detik itu. 'Tuhan, tolong sampaikan rindu aku pada dia. Katakan pada dia, aku perlu dia ! Aku perlu dia ! Izinkan aku peluk dia. Setiap saat aku teringatkan dia, teringatkan gelak tawa dia. Kalau bisa, aku pinta pada tuhan, kembalikan semuanya pada aku, putarkan kembali waktu. Aku mahu hargai dia selama dia masih bersama aku. Biar seksa ini aku tidak aku merasainya. Sakit sungguh hidup tanpa dia tuhan. Baru aku tahu apa itu erti menghargai seseorang yang bermakna dalam hidup kita. Selama ini aku hanya mampu mencinta dia, tapi tidak pernah sedikitpun aku menghargai dia. Menangis air mata darah sekalipun, masa takkan berputar kembali. Kenangan hanya tinggal kenangan. Aku berharap agar dia tenang disana. Aku cuma mahu dia tahu, cuma dia yang bisa buat aku bahagia. Harap akhirat kelak, dia jua yang menjadi jodoh aku. Aku akan selalu cinta sama kamu kekasih. Aku akan selalu kenangmu di dalam doa aku. Aku akan selalu ingat saat-saat indah kita bersama dan saat pertama kali kita kenal. Terima kasih juga untuk selama ini kerna membuat hidup aku menjadi erti.'

*Azan magrib berkumandang* Aku terbangun daripada tidur. Nikmatnya tidur di siang hari. Jantung berdegup kencang lantas teringatkan mimpi yang bermain tika aku sedang asyik tidur. Petanda apakah itu ? Lupakan saja, itu hanya mainan tidur aku. Pabila teringat kembali mimpi itu, hati merasa sayu, kisah cinta yang tidak kesampaian hanya kerna pergi menghadap Ilahi buat selamanya.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.