28 September 2011
Cinta, Terima Kasih.
Ku katakan dengan indah, untuk malam-malam yang lepas kamu yang ada bersama aku untuk melihat bulan dan bintang. Ku lihat bulan yang menerangi malam hari seperti kamu yang sudah menerangi hati aku yang dalam kegelapan. Ku lihat bintang berkedipan seperti kamu yang selalu memberi sinar dalam kehidupan aku. Aku berbisik di telinganya kamu sambil pegang erat tangan kamu, 'Cinta, terima kasih kerna sudi menjadi bulan dan bintang untuk aku.'
Aku terpana melihat indahnya mentari cahaya. Walau panas terik matahari yang membakar kulit, tidak terasa kerna kamu yang menjadi pelindung buat aku. Walau hujan yang turun membasahi bumi, kamu yang payungkan aku supaya tidak terkena tempias asid hujan. Bila sinar cahaya matahari cuba menjauh pergi, aku butakan mata dek rembulan yang sepi lalu aku berlalu pergi meninggalkan mentari, mendengarkan hati sayu seakan mati. Aku tidak merasakan takut kerna bila malam menjelma, rembulan purnama masih ada yang masih bisa menerangi semua. Gembira aku bersama rembulan yang berpurnama, namun mentari dulu tidak pernah jemu aku rindu.
Untuk saat ini sinar rembulan dan terik mentari masih ada yang tak pernah mati seperti kamu yang masih temani hari-hari aku. Hati aku sedang menari-nari seperti anak kecil. Tiap malam, kamu membisik di telinga aku dengan nyanyikan aku lagu-lagu indah. Lagu-lagu yang telah merakam seribu cerita antara kita. Lagu-lagu yang membuatkan kita tersenyum tawa mengingatkan semua tentang kita. Disaat aku sedih, kamu juga pasti sedih. Disaat aku menangis, kamu juga akan turut menangis. Disaat aku sakit, kamu juga pasti sakit. Tapi semua kepahitan itu akan tetap berlalu pergi dibawa angin kerna gelak tawa kita akan menghiasi semula kepahitan itu. Setiap gelak tawa yang kau berikan ia memberi seribu makna buat aku. Aku berbisik lagi di telinganya kamu lalu memeluk erat tubuhmu, 'Cinta, terima kasih sekali lagi kerna setiap detik kamu selalu ada buat aku tidak kira duka atau suka.'
Walau aku tidak seindah bulan purnama yang tidak bersinaran seperti bintang-bintang menerangi malam, aku akan sentiasa cuba untuk membuat setiap waktu itu menjadi erti. Di setiap baris kata-kata yang kamu sampaikan, aku akan ingat sampai waktu terhenti. Sejauh manapun aku berlari, sejauh manapun aku sembunyi, aku tidak akan pernah lupa semua janji kita. Aku tidak akan pernah lupa semua tentang kita. Dan untuk sepurnama nanti, aku akan jadikan dunia yang terindah buat kita. Lantas aku berbisik lagi di telinganya kamu sambil menatap mata kamu, cuba sampaikan sesuatu dengan penuh ikhlas, 'Cinta, terima kasih yang tak terhingga kerna kamu jadi penghuni hati aku. Tolong setia menjadi bulan dan bintang aku. Dan tolong sentiasa buat aku tersenyum seperti bintang-bintang yang gembira hingga ke akhirnya. Cinta tulus buat kamu, FS.'
25 September 2011
One Year Meet .
'Aku percaya Tuhan udah ngatur hidup, mati & jodoh kita. Tapi aku harap hidup, mati dan jodoh aku cuma sama kamu. Kerna aku bahgia disamping kamu.'
Selamat setahun kenal Muhammad Fauzy Syamsurizal. Terima kasih kerna sudi hadir dalam hidup aku dan terima aku apa adanya. Pahit manis kita bersama, semua kenangan yang kita coret dari pertama kali kita kenal hingga ke saat ini akan aku simpan di dalam memori ingatan aku. Di setiap gelak tawa yang kau berikan pada aku, akan aku bawa ia disetiap langkahku. Terima kasih untuk semua yang telah kau berikan dalam kehidupan aku. Sungguh banyak dugaan yang kita tempuhi, tapi syukur kita masih bisa harungi itu semua. Tuhan, bersyukur hanya pada-Mu kerna telah mempertemukan kami. Kami harap perkenalan ini akan terus kekal selagi Kau menginzinkannya. Dan tolong jangan pernah hapuskan perasaan sayang antara kami berdua. Biar ia terus mekar di hati. Amin.
'Selama ini aku selalu setia disamping kamu. Apapun yang orang bilang, buat aku, kamu tetap yang terbaik.' -Radit & Jani.
22 September 2011
Reach For The Sky .
Walau sekuat manapun kita, jangan pernah lupa bahwa Tuhan yang Maha Esa lebih kuat. Kita tidak kekal selamanya di dunia, yang hidup pasti akan pergi jua. Sekarang, esok, lusa dan seterusnya nyawa tetap akan diambil mengikut kehendak-Nya. Walau kau sihat, kau bersyukurlah dengan apa adanya dan kalau kau sakit, jangan kau menyerah. Kerna kita manusia yang dipinjamkan nyawa oleh Pencipta. Kerna dunia ini hanya sementara, dan kerna dunia bukan milik kita untuk selamanya. Walau kita boleh sentuh langit dan merasa dunia ini milik kita, ia tetap bukan milik kita. Dunia ini adalah satu pinjaman.
Episod tentang sebuah kehidupan takkan pernah ada habisnya kerna kita manusia. Selagi kita masih berpijak di atas bumi ini, selagi diizinkan tuhan, bersyukurlah dengan apa yang diberikan oleh tuhan. This is not the end, this is not the beginning. Selangkah kita kehadapan, satu erti kehidupan kita akan peroleh. Just waiting for the end to come. Wishing I had strength to stand. All I want to do is trade this life for something new.
*Terkesima. Tuhan, jangan ambil aku dulu. Aku bukan kejar dunia. Tapi, masih banyak yang perlu aku pelajari. Masih banyak benda yang belum aku uruskan. Bila aku senyum sebagai bintang-bintang, gembira bersama hingga ke akhirnya, tika itu baru aku bersedia dengan apa jua ketentuan Ilahi. All I can do is I just accept it as it is and live it to the fullest. I appreciate what I have now. Thanks God.
18 September 2011
Buta Kerna Cinta .
"Yang namanya Cinta harus bisa membuat kita bahagia." -Catatan Harian Si Boy
Cinta itu memang indah bak kata orang. Selalu saja manis, kadang ada juga pahitnya. Tapi realitasnya memang sukar untuk dinafikan betapa kemanisan cinta itu tak tersaingi. Seperti cinta Allah kepada hamba-Nya. Kita dikurniakan bermacam-macam rahmat. Cinta itu juga membunuh. Kita pasti akan sakit kalau orang yang kita cinta jauh dari sudut pandangan kita. Bak kata orang, 'Jantung aku akan berdenyut kalau kau disamping aku. Nafas aku terhenti kalau kau tiada dalam kehidupan aku.' Cinta itu juga buta. Apa saja demi cinta kita sanggup korbankan semua. Demi nak bahagiakan hati masing-masing.
Aku tidak perlu sinar sang suria. Aku juga tidak perlu kacamata demi mendapatkan gelap di kala mentari terang. Aku juga tidak perlu menutup tirai dan lubang-lubang kecil serta menyumbat ruang-ruang terbuka yang membiarkan cahaya menerobos masuk supaya kegelapan yang aku inginkan sempurna. Aku hanya mahu dicintai dan mencintai dengan sekaligus butalah mata aku supaya apa yang aku lihat cuma dia. Dan apa yang dilihatnya, setelah dia membuka matanya, dia cuma lihat aku, cuma aku yang dibayanginya. Butalah untuk segalanya, agar hati kita terus bersatu, supaya perasaan cinta tidak akan pernah pudar, dan tidak berpaling arah. Buta kerna cinta.
Kalau tuhan berikan aku kesempatan, aku mahu ulang kembali ke masa lampau, diawal perkenalan kita, tika kita berdua bersama. Agar aku bisa perbaiki semua yang silap. Tapi kita cuma mampu merakam tiap detik yang kita lalui dulu untuk kita kenangkan hari ini. Dalam benak tersimpan rapi semua kenangan indah dan pahit. Apa yang silap dulu, kita hanya jadikannya satu pengajaran buat kita untuk kita jadi yang lebih baik kelak. Untuk detik ini dan detik-detik seterusnya, aku harap kau masih disisi, menemani waktu yang berlari meninggalkan kita. Dan seharusnya kau tahu, walau sekeras manapun hati aku, ia hanya mampu dicairkan oleh kamu. Kamu yang dipanggil cinta. Terima kasih berikan aku pelangi hidup.
Subscribe to:
Posts (Atom)
